Dijual Rumah di Kota Bandung
LT 140 m2 LB 110 m2 Harga Nego
untuk info KLIK disini

Sabtu, 12 Maret 2011

Membuat Blog Seakan Membuat Rumah



Akibat musim hujan yang yang masih saja berlangsung hingga kini, banyak daerah-daerah perkotaan yang dilanda banjir, tak terlepas juga daerah kontrakan tempatku tinggal saat ini. Karena keterbatasan biaya, aku mengontrak didaerah kampung yang lebih murah dibandingkan di perumahan. Dikelilingi perumahan-perumahan dengan ukuran rumah yang besar, tak membuatku ngiri sama sekali, meski tinggal di sebuah kampung dengan rumah yang mungil yang kondisinya cukup sehat.

Sebetulnya yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir adalah perumahan-perumahan yang dibangun pada lahan yang seharusnya menjadi area tadah hujan, banjir terparah justru terjadi di jalan-jalan sepanjang perumahan. Jika sudah seperti ini, lalu siapa juga yang rugi, semua orang dirugikan bahkan pemilik rumah-rumah besar itupun dirugikan. Inilah yang perlu dipikirkan ulang, apakah konsep pembangunan rumah yang hanya mengejar keuntungan semata namun meyebabkan kerugian pada orang banyak tetap dipakai atau mencari sebuah konsep baru yang lebih memperhatikan kondisi alam dan juga mampu mengangkat kesejahteraan orang banyak. Sebuah artikel Rumah Mungil Yang Sehat:



Rumah Mungil Yang Sehat sudah semestinya dijadikan prinsip atau konsep pembangunan rumah di Indonesia. Mengingat semakin banyaknya jumlah masyarakat (kepala keluarga) dan semakin sempitnya lahan saat ini, hingga dapat kita lihat sebagian besar penataan rumah di negara kita ini sangat semrawut dan masih banyak yang belum memenuhi standar kesehatan. Jadi kalimat atau slogan
“Rumah Mungil Yang Sehat”

ini bisa dijadikan sebagai solusi atau metode yang bisa diterapkan dalam konsep pembangunan rumah modern. Memang sangat memprihatinkan saat kita amati realita yang terjadi justru sangat berlawanan, para developer perumahan seakan-akan berlomba-lomba untuk mengembangkan home regency dengan konsep yang sangat luas, mewah dan mahal. Dan tentu saja tanpa memperhatikan kondisi sekitarnya, mereka tidak peduli meski harus menebang hutan, mengurangi lokasi tadah air, membeli lahan-lahan rakyat miskin dengan cara kotor yang tidak sehat sama sekali hanya untuk bisa meraup keuntungan sebanyak mungkin. Padahal andai saja mereka mau menggunakan konsep Rumah Mungil Yang Sehat tidak menutup kemungkinan untung yang akan mereka peroleh justru lebih besar. Sangat logis bukan karena hampir 85% penduduk indonesia adalah menengah kebawah, dimana sebagian besar diantaranya belum memiliki rumah yang layak untuk dihuni.

Untuk mencapai konsep “Rumah Mungil Yang Sehat“, dua aspek penting yang perlu diperhatikan adalah 1. Mungil atau Sederhana dan 2. Sehat

Mungil atau sederhana artinya bangunan rumah layak huni yang bagian huniannya berada langsung di atas permukaan tanah, berupa rumah tunggal, rumah kopel dan rumah deret. Harganya terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah dan sedang. Luas lantai bangunan tidak lebih dari 70 m2, yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling 54 m2 sampai dengan 200 m2.

Sehat yakni setidaknya memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, kelembapan, ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.
  • Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privasi terjaga, adanya komunikasi yang sehat diantara penghuni rumah.
  • Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air yang bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, kebersihan makanan dan minuman.
  • Memenuhi persayaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang mungkin timbul baik dari luar maupun dalam rumah antara lain, posisi garis sempadan jalan, kontruksi yang kuat, tidak mudah terbakar dan tidak licin atau miring.
Jangan khawatir bagi anda yang telah terlanjur memiliki rumah tanpa memperhatikan aspek-aspek diatas, setidaknya anda bisa memperbaikinya dengan banyak cara, diantaranya menjadikan rumah yang ramah lingkungan, atau membenahi segi penataan rumah contohnya meringkas dua ruangan menjadi satu jadi buka pintu langsung ketemu ruang makan yang sekaligus ruang tamu atau memadukan desain modern dan tradisional yang tentu saja lebih sederhana tak makan biaya.

Jadi marilah kita terapkan konsep “Rumah Mungil Yang Sehat”
demi tercapainya tata kota atau daerah yang lebih bersih dan nyaman serta kondisi hidup yang lebih baik, karena dari masyarakat yang sehat akan tumbuh bangsa yang kuat.
source^^animetemplates

telah memberikan sebuah konsep baru yang sangat masuk akal, silahkan dibaca dan bersama-sama mendukung konsep pembangunan yang sehat.

Tidak berbeda dengan membuat sebuah blog, jika sobat blogger hanya menginginkan blog sobat menjadi besar, memiliki traffic visitor yang tinggi dengan menggunakan cara tidak sehat atau dalam dunia blogging kita sebut Black Hat SEO, tidak hanya akan merugikan orang lain, namun diri anda sendiri juga akan merugi. Anggap saja membuat blog seakan membuat rumah, dengan konsep mungil tapi sehat. Jadi meskipun blog sobat hanya membahas beberapa bagian kecil kehidupan namun artikel – artikel yang sobat tulis berkualitas tinggi, tentunya akan lebih bermanfaat bagi banyak orang. Dengan begitu nama sobatpun perlahan-lahan akan menjadi besar meskipun hanya dalam sebuah komunitas yang kecil. Anggap saja konsepnya sama dengan membuat rumah yang dianjurkan, blog mungil yang sehat, bersih tanpa menggunakan cara-cara kotor, lebih mengutamakan isi artikel yang orisinal dan bermanfaat. Sobat blogger boleh buktikan kebenarannya, mana yang lebih bertahan lama antara blog yang menggunakan konsep diatas dengan yang tidak.
repost ^^ M. Agus

0 comments:

Posting Komentar